Contoh Karya Tulis SMP MENGENAL ILMU PENGETAHUAN SERTA KEBUDAYAAN INDONESIA MELALUI TAMAN MINI INDONESIA INDAH DI JAKARTA

Selamat pagi sahabat 57, kali ini saya mau share nihhh.... bagi-bagi..... 
MENGENAL ILMU PENGETAHUAN SERTA
KEBUDAYAAN INDONESIA MELALUI
TAMAN MINI INDONESIA INDAH
DI JAKARTA

KARYA TULIS

Karya tulis ini disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu tugas
yang ditetapkan oleh SMP Negeri 2 Rembang
Kabupaten Purbalingga
Tahun Pelajaran 2012/2013




Disusun Oleh    :
Nama                 : Adi Riswanto
Kelas                  : VIII F





PEMERINTAH KABUPATEN PURBALINGGA
DINAS PENDIDIKAN
SMP NEGERI 2 REMBANG PURBALINGGA
TAHUN AJARAN 2014/2015
HALAMAN PENGESAHAN


Karya tylis ini telah diperiksa, sisetujui dan disahkan oleh guru pembimbing pada :
Hari                 :
Tanggal           :
Tempat            : SMP Negeri 2 Rembang






                   Mengetahui
       Kepala SMP N 2 Rembang                                                 Guru Pembimbing



             Drs. Budi Riyanto                                                          Triyanti, S.Pd
      NIP. 196405111997021001                                         NIP.  19861230201001209




MOTTO

1.        Jangan mengulang kesalahan yang sama
2.        Gunakan waktu sebaik-baiknya karena waktu tak akan pernah terulang
3.        Kejujuran adalah kunci keberhasilan
4.        Kegagalan merupakan keberhasilan yang tertunda
5.        Tiada hal yang lebih hebat, yang tercipta secara tiba-tiba
6.        Kegagalan dan keberhasilan adalah suatu pililhan
7.        Jadi diri sendiri, cari jati diri, dan dapatkan hidup yang mandiri
8.        Optimis, karena hidup terus mengalir dan kehidupan terus berputar
9.        Sesekali melihat kebelakang untuk melanjutkan perjalanan yang tak berujung



HALAMAN PERSEMBAHAN


Karya tulis yang sederhana ini penulis persembahkan kepada :
1.        Bapak kepala SMP N 2 Rembang Drs. Budi Riyanto
2.        Ibu Triyanti S.Pd selaku guru Pembimbing Karya Tulus
3.        Bapak dan ibu guru SMP N 2 Rembang beserta staf dan karyawan
4.        Sahabat-sahabatku tercinta
5.        Teman-temanku semua
6.        Kedua orang tuaku yang senantiasa mendoakan langkahku

KATA PENGANTAR


Puji dan Syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunianya, sehingga saya dapat menyusun karya tulis ini
Penyusunan karya tyulis ini dimaksudkan debagai salah satu bagian persyaratan untuk mengikuti ujian sekolah dan ujian nasional di SMP N 2 Rembang tahun ajaran 2014 / 2015
Karya tulis ini, tentunya tidak lepas dari dukungan beberapa pihak.
Untuk itu, perkenankan saya mengucapkan terimakasih kepada ;
a.         Bapak kepala SMP N 2 Rembang Drs. Budi Riyanto
b.        Ibu Triyanti, S.Pd selaku guru pembimbing
c.         Ibu dan bapak guru selaku wali kelas saya
d.        Orang tua saya yang telah banyak member dukungan kepada saya
e.         Teman-teman saya yang telah membantu dalam penyelesaian karya tulis ini
Saya menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan karya tulis ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran perbaikan demi kesempurnaan karya tulis ini.
Akhirkata semoga karya tulis ini bermanfaat bagi semua pihak danpembaca


Rembang


Penulis



DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL........................................................................................................ i
HALAMAN PENGESAHAN........................................................................................ ii
MOTTO........................................................................................................................... iii
PERSEMBAHAN.......................................................................................................... iv
KETA PENGANTAR..................................................................................................... v
DAFTAR ISI.................................................................................................................. vi
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................... 1
A.      Alasan Pemilihan Judul.................................................................................... 1
B.       Tujuan Penulisan.............................................................................................. 1
C.       Metode Pengumpulan Data............................................................................. 1
D.      Sistematika Penulisan....................................................................................... 2
BAB II HASIL KUNJUNGAN...................................................................................... 3
A.      Taman Mini Indonesia Indah........................................................................... 3
1.      Sejarah .......................................................................................................  3
2.      Logo dan Mascot ......................................................................................  4
3.      Anjungan Daerah ......................................................................................  4
4.      Bangunan Keagamaan ..............................................................................  5
5.      Sarana Rekreasi .........................................................................................  5
6.      Taman ........................................................................................................  5
7.      Museum .....................................................................................................  6
8.      Teater atau Bioskop ..................................................................................  6
B.       Pavilion/Anjungan............................................................................................ 7
1.      Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta.................................................... 7
2.      Anjungan Pulau Dewata Bali..................................................................... 9
3.      Anjungan Daerah Istimewa Aceh............................................................ 10
BAB III PENUTUP....................................................................................................... 13
A.      Kesimpulan.................................................................................................... 13
B.       Saran.............................................................................................................. 13
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................... 15


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Alasan Pemilihan Judul
Penulisan karya tulis ini penulis beri judul ”MENGENAL KEANEKARAGAMAN BUDAYA BANGSA INDONESIA MELALUI TAMAN MINI INDONESIA INDAH (TMII)” sengaja menulis judul Mengenal Keanekaragaman Budaya Bangsa Indonesia Melalui Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dengan alasan:
1.         Didorong oleh rasa ingin tahu lebih dekat corak ragam Budaya dengan kemajuannya yang sangat pesat di Era sekarang
2.         Keinginan penulis untuk memperluas wawasan yang penulis dapatkan, khususnya di TMII
3.         Kesempatan yang diberikan oleh guru pembimbing, guru sekolah untuk menggali ilmu-ilmu yang banyak disajikan untuk perkembangan zaman dalam bidang pariwisata khususnya dalam budaya.

B.       Tujuan Penulisan
Tujuan study tour adalah untuk membawa wawasan dan ilmu pengetahuan yang tidak diajarkan disekolah-sekolah. Dan mempersiapkan diri dalam era globalisasi yang makin lama makin maju.

C.      Metode Pengumpulan Data
Dalam menyusun karya tulis ini saya menggunakan beberapa metode diantaranya
1.         Metode observasi
Metode observasi adalah metode dengan melihat langsung objeknya atau melihat secara langsung obyeknya
2.         Metode interview
Yaitu Tanya jawab secara langsung dengan petugas yang berda di museum Telkom itu sendiri
3.         Metode literature
Yaitu dengan mendapatkan brosur, penulis dapat mengetahui sejarah mengenai Taman Mini Indonesia Indah

D.      Sistematika Penulisan
Adapun Sistematika yang penulis buat yang terdiri dari beberapa Bab yaitu sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN         
A.      Alasan Pemilihan Judul        
B.       Tujuan Penulisan      
C.       Metode Pengumpulan Data 
D.      Sistematika Penulisan          
BAB II HASIL KUNJUNGAN         
A.      Taman Mini Indonesia Indah           
1.        Sejarah    
2.        Logo dan Mascot            
3.        Anjungan Daerah            
4.        Bangunan Keagamaan    
5.        Sarana Rekreasi  
6.        Taman     
7.        Museum
8.        Teater atau Bioskop        
B.       Paviliun/Anjungan   
1.      Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta          
2.      Anjungan Pulau Dewata Bali   
3.      Anjungan Daerah Istimewa Aceh         
BAB III PENUTUP    
A.      Kesimpulan  
B.       Saran
DAFTAR PUSTAKA  
 BAB II
HASIL KUNJUNGAN

A.      Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur. Area seluas kurang lebih 150 hektare atau 1,5 kilometer persegi ini terletak pada koordinat 6°18′6.8″LS,106°53′47.2″BT. Taman ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 26 provinsi Indonesia (pada tahun 1975) yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, serta menampilkan aneka busana, tarian, dan tradisi daerah. Di samping itu, di tengah-tengah TMII terdapat sebuah danau yang menggambarkan miniatur kepulauan Indonesia di tengahnya, kereta gantung, berbagai museum, dan Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku), berbagai sarana rekreasi ini menjadikan TMIII sebagai salah satu kawasan wisata terkemuka di ibu kota.
1.      Sejarah
Gagasan pembangunan suatu miniatur yang memuat kelengkapan Indonesia dengan segala isinya ini dicetuskan oleh Ibu Negara, Siti Hartinah, yang lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto. Gagasan ini tercetus pada suatu pertemuan di Jalan Cendana no. 8 Jakarta pada tanggal 13 Maret 1970. Melalui miniatur ini diharapkan dapat membangkitkan rasa bangga dan rasa cinta tanah air pada seluruh bangsa Indonesia. Maka dimulailah suatu proyek yang disebut Proyek Miniatur Indonesia "Indonesia Indah", yang dilaksanakan oleh Yayasan Harapan Kita.
TMII mulai dibangun tahun 1972 dan diresmikan pada tanggal 20 April 1975. Berbagai aspek kekayaan alam dan budaya Indonesia sampai pemanfaatan teknologi modern diperagakan di areal seluas 150 hektare. Aslinya topografi TMII agak berbukit, tetapi ini sesuai dengan keinginan perancangnya. Tim perancang memanfaatkan ketinggian tanah yang tidak rata ini untuk menciptakan bentang alam dan lansekap yang kaya, menggambarkan berbagai jenis lingkungan hidup di Indonesia.



2.      Logo dan Mascot
TMII memiliki logo yang pada intinya terdiri atas huruf TMII, Singkatan dari "Taman Mini Indonesia Indah". Sedangkan maskotnya berupa tokoh wayang Hanoman yang dinamakan NITRA (Anjani Putra). Maskot Taman Mini "Indonesia Indah" ini diresmikan penggunaannya oleh Ibu Tien Soeharto, bertepatan dengan dwi windu usia TMII, pada tahun 1991.

3.      Anjungan Daerah
Di Indonesia, hampir setiap suku bangsa memiliki bentuk dan corak bangunan yang berbeda, bahkan tidak jarang satu suku bangsa memiliki lebih dari satu jenis bangunan tradisional. Bangunan atau arsitektur tradisional yang mereka buat selalu dilatarbetakangi oleh kondisi lingkungan dan kebudayaan yang dimiliki. Di TMII, gambaran tersebut diwujudkan melalui Anjungan Daerah, yang mewakili suku-suku bangsa yang berada di 33 Provinsi Indonesia. Anjungan provinsi ini dibangun di sekitar danau dengan miniatur Kepulauan Indonesia, secara tematik dibagi atas enam zona; Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Tiap anjungan menampilkan bangunan khas setempat. Anjungan ini juga menampilkan baju dan pakaian adat, busana pernikahan, baju tari, serta artefak etnografi seperti senjata khas dan perabot sehari-hari, model bangunan, dan kerajinan tangan. Semuanya ini dimaksudkan untuk memberi informasi lengkap mengenai cara hidup tradisional berbagai suku bangsa di Indonesia. Setiap anjungan provinsi juga dilengkapi panggung, amfiteater atau auditorium untuk menampilkan berbagai tarian tradisional, pertunjukan musik daerah, dan berbagai upacara adat yang biasanya digelar pada hari Minggu. beberapa anjungan juga dilengkapi kafetaria atau warung kecil yang menyajikan berbagai Masakan Indonesia khas provinsi tersebut, serta dilengkapi toko cenderamata yang menjual berbagai kerajinan tangan, kaus, dan berbagai cenderamata.
Sejak tahun 1975 hingga tahun 2000 rancangan asli TMII terdiri atas anjungan rumah adat dari 27 provinsi di Indonesia, termasuk Timor Timur. Akan tetapi setelah Timor Leste merdeka dan memisahkan diri dari Indonesia pada tahun 2002, status anjungan Timor Timur berubah menjadi Museum Timor Timur. Selain itu karena kini Indonesia terdiri atas 33 provinsi, anjungan-anjungan provinsi baru seperti Bangka Belitung, Banten, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Gorontalo, Kepulauan Riau, dan Papua Barat telah dibangun di sudut Timur Laut TMII, walaupun ukuran dan luas anjungan provinsi baru ini jauh lebih kecil dari anjungan provinsi yang telah dibangun sebelumnya.

4.      Bangunan Keagamaan
Bangunan keagamaan diwakili oleh beberapa rumah ibadah agama resmi yang diakui di Indonesia, hal ini untuk menggambarkan toleransi dan keselarasan hubungan antar agama di Indonesia. Bangunan-bangunan keagamaan antara lain:
·       Masjid Pangeran Diponegoro
·       Gereja Katolik Santa Catharina
·       Gereja Protestan Haleluya
·       Pura Penataran Agung Kertabhumi
·       Wihara Arya Dwipa Arama
·       Sasana Adirasa Pangeran Samber Nyawa
·       Kuil Konghucu Kong Miao
5.      Sarana Rekreasi
·         Istana Anak-anak Indonesia
·         Kereta gantung
·         Perahu Angsa Arsipel Indonesia
·         Taman Among Putro
·         Taman Ria Atmaja
·         Desa Wisata
·         Kolam renang Snow Bay
·         Museum Iptek TMII

6.      Taman
Di TMII terdapat sepuluh macam taman yang menunjukkan keindahan flora dan fauna Indonesia:
·         Taman Anggrek
·         Taman Apotek Hidup
·         Taman Kaktus
·         Taman Melati
·         Taman Bunga Keong Emas
·         Akuarium Ikan Air Tawar
·         Taman Bekisar
·         Taman Burung
·         Taman Ria Atmaja Park, panggung pagelaran musik
·         Taman Budaya Tionghoa Indonesia
7.      Museum
Museum yang ada diperuntukkan untuk memamerkan sejarah, budaya, flora dan fauna, serta teknologi di Indonesia. Terdapat 16 museum di TMII:
·         Museum Indonesia
·         Museum Purna Bhakti Pertiwi
·         Museum Keprajuritan Indonesia
·         Museum Perangko Indonesia
·         Museum Pusaka
·         Museum Transportasi
·         Museum Listrik dan Energi Baru
·         Museum Telekomunikasi
·         Museum Penerangan
·         Museum Olahraga

8.      Teater atau Bioskop
Teater IMAX Keong Emas yaitu teater dengan layar berukuran raksasa, jauh lebih besar daripada layar bioskop ukuran normal. Di Teater IMAX Keong Mas diputar berbagai film mulai dari film bertemakan lingkungan dan kebudayaan nusantara sampai film-film box office yang resolusinya diubah menjadi khusus untuk teater IMAX. Film IMAX yang diputar antara lain Indonesia Indah II, Force of Nature, T-Rex, Blue Planet, Arabia, Journey to Mecca, dll. Beberapa film box office yang pernah diputar di sini di antaranya adalah:
a.       Final Destination 1 (17 Maret 2000)
b.      Final Destination 2 (31 Januari 2003)
c.       Final Destination 3 (10 Februari 2006)
d.      Final Destination 4 (28 Agustus 2009)
e.       Final Destination 5 (12 Agustus 2011)
Teater Tanah Airku
Teater 4D


B.       Paviliun / Anjungan
1.         Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta
Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta di TMII menampilkan model Rumah Adat Mataram sebagai bangunan induknya. Pada dasarnya, rumah adat ini dibagi menjadi tiga bagian dan diantaranya adalah bagian depan yang disebut sebagai Pendopo Agung. Difungsikan sebagai tempat menerima tamu dan melangsungkan pementasan kesenian. Pendopo demikian ini di Keraton Yogyakarta disebut dengan nama Bangsal Kencono. Di anjungan Yogyakarta, pendopo agung ini berupa bangunan tanpa dinding dengan 4 Soko Guru (tiang pokok) yang didukung oleh tiang-tiang pembantu di seputarnya.Semua tiang tersebut terbuat dari kayu berukir, dengan corak ragam hias yang berasal dari alirang Hindu, Budha dan Islam. Seperangkat Gamelan Jawa yang digelar, yaitu Kyai Shanti Mulyo (Laras Pelog), dan Kyai Rajah (Laras Slendro) nampak menghiasi pendopo agung yang megah.
Bagian tengah bangunan disebut Pringgitan. Seperti namanya, yang berasal dari kata ringgit yang artinya wayang kulit, maka di tempat inilah pertunjukan wayang kulit biasa dilaksanakan. Jenis kesenian, yang oleh masyarakat Jawa diakui sebagai kesenian Adi Luhung ini, peminatnya cukup besar walaupun waktu pementasannya yang sampai semalam suntuk. Diantara pendopo agung dan Pringgitan, terdapat ruangan yang cukup luas, berupa lantai dengan posisi yang agak rendah. Ruangan ini dinamakan Longkangan, dan berfungsi sebagai tempat latihan kesenian, yang pada gilirannya akan ditampilkan di Pendopo Agung. Pada hari-hari tertentu, anjungan Yogyakarta memang menampilkan kegiatan latihan kesenian.
Bagian dalam rumah adat Mataram ini disebut Dalem Ageng. Pada Keraton Yogyakarta, bangunan jenis ini dinamakan Bangsal Proboyekso. Ruang dalam Ageng anjungan Yogyakarta diisi dengan berbagai benda antic, atara lain: tempat tidur kuno yang terbuat dari bahan marmer, yang merupakan benda peninggalan Sultan Hamengkubuwono ke V. selain itu terdapat pula benda-benda dari istana (pura) Paku Alaman, antara lain : Tombak Pusaka Kyai Garuda Temanten, keris pusaka berluk tiga dengan pamor beras wutah yang bernama Kyai Jangkung Pacar. Konon, pusaka yang bernilai tinggi ini dibuat oleh seorang empu ternama, R. Ng. Kariyocurigo, yang hidup pada masa pemerintahan Sri Pakualam di tahun 1840. Di ruangan ini terdapat pula PasareanTedeng, berupa sebuah balai-balaikuno, tempat dimana Sri Sultan Hamengkubuwono IX dilahirkan. Bagian lain dalam Dalem Ageng ini yaitu Senthong Tengah (pasareyan tengah) yang memiliki fungsi sebagai tempat pemujaan kepada Dewi Sri, yang dalam mitos Hindu dianggap sebagai Dewi Kesuburan, kesejahteraan dan juga Dewi Padi.Senthong yang berbentuk tempat tidur kuno berpenutup cinde ini konon merupakan peninggalan pangeran Dipenogoro. Di tempat inilah, upacara Tampa Kaya, upacara simbolis pemberian nafkah hidup dari suami kepada isteri dalam sebuah perkawinan adat diselenggarakan.Dalam ruangan ini terdapat sepasang patung pengantin Jawa, yang dinamakan Kyai dan Nyai Blonyo (Loro Blonyo). Sedangkan di depan tempat menyala dlupak ajug-ajug, yaitu lampudengan minyak kelapa yang selalu menyala. Di keratin Yogyakartam lampu demikian disebut Kyai Wiji, yang konon apinya diambil dari gunung merapi dan menyala abadi hingga sekarang.
Masih terdapat benda-benda lain di dalam Ageng ini, antara lain sepasang kaca besar dengan meja marmer tembus cahaya foto-foto Sri Sultan Hamengku Buwono ke IV dampai dengan ke IX dalam pakaian kebesarannya tampak menghiasi ruangan ini. Bagian belakang dari dalam ageng masih terdaoat ruangan yang dinamakan Gadri. Ruangan ini aslinya merupakan ruang keluarga dan makan.Namun di anjungan ini ruangan ini kini dimanfaatkan sebagai ruang rias dari studio tari. Bagian samping dari dalem ageng terdapat ruang Saketeng Kanan dan Saaketeng kiri, yang digunakan untuk memperagakan berbagai hasil kerajinan dari Kab. Bantul, Sleman, Kulon Progo dan Gunung Kidul. Bangunan tambahan yang terletak diseputar anjungan antara lain: bangsal mandalayasa, dimana ditempatkan andong khas Yogyakarta, cafeteria dan art skhop Mataram, yang menjual hasil-hasil kerajinan kota gede, Cokrosuharto dan lain-lain. Bangunan lainnya adalah tempat pembuatan keris, yang dikerjakan oleh ahli wesi aji, yang konon masih keturunan Empu Supo dari Majapahit.
Areal anjungan D.I. Yogyakarta cukup lias dan terasa teduh dengan beberapa pohon pelindung yang ditanam. Di bagian depat terdapat patung gupolo kembar yang seolah menjaga anjungan ini. Setiap hari Minggu dan hari libur anjungan ini kerap menampilkan berbagai kesenian dari daerah tersebut, selain itu juga anjungan ini sering dijadikan tempat pertemuan, pesta dan lain-lain.Anjungan ini bahkan siap melayani jasa olah boga (catering) baik yang bersifat nasional maupun internasional.
2.         Anjungan Pulau Dewata Bali
Pulau Balijuga dikenal sebagai Pulau Dewata. Sebutan itu merupakan penggambaran keindahan alam serta banyaknya pura-pura , yang diakui sebagai tempat bersemayamnya para dewata. Sebagian besar penduduk Bali merupakan penganut agama Hindu, yang konon berasal dari Jawa, setelah jatuhnya kerajaan Majapahit.Agama Hindu mengenal banyak dewa, yang diakui sebagai manifestasi Tuhan Yang Maha Esa (Sang Hyang Widhi Wasa) di dalam melaksanakan kekuasaanya yang tak terbatas di alam semesta.Oleh karena itu, masyarakat Bali yang sebagian besar pemeluk agama Hidu, sangat taat menjalankan ajaran agamanya, dengan melaksanakan berbagai upacara keagamaan yang silih berganti, hingga menjadikan masyarakat religious dengan corak yang teramat khas.
Di TMII, anjungan Bali tampil dalam bentuk lingkungan perumahan adat Bali. Pada dasarnya, perumahan Bali senantiasa menampilkan pola arsitektur tradisional, yang bersumber pada Astha Kosala-kosili, yang di dalamnya terdapat falsafah Tri Hita Kirana, yang menerangkan adanya tiga penyebab kebahagiaan, yaitu hubungan yang harmonis antar manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesame dan manusia dengan alam (lingkungan hidup). Dijelaskan pula bahwa pada dasarnya perumahan adalah kebutuhan perorangan secara pribadi. Oleh karena itu, factor siapa yang akan menempati rumah tersebut akan berpengaruh besar terhadap proses pembangunannya.
Anjungan Bali merupakan sebuah areal yang berpagar dan bertembok di sekelilingnya.Gapura masuknya, sebuah Candi Bentar, berupa bangunan belahan kembar dalam posisi berhadap-hadapan, yang oleh karena itu disebut sebagai Gapura Belah.Memasuki areal anjungan, terdapat Balai Bengong (tempat berangin-angin yang terdapat di bagian kiri halaman), Balai Pengambuhan yang berfungsi sebagai balai kesenian dan balai peruman yang berfungsi sebagai balai musyawarah.Dibatasi dengan pagar memanjang, dimana terdapat pintu pintu masuk berupa Candi Gelung orang sampai ke halaman dalam (jeroan). Disini terdapat bangunan balai Aling-aling (di belakang Candi Gelung) yang berfungsi sebagai penolak bala, maksudnya pikiran yang kurang baik yang didapat diluar jangan sampai dibawa ke dalam, hingga unsur-unsur jahat tidak dibawa ke dalam rumah.
Di dalam halaman ini juga terdapat balai rangki, tempat penyiapan kelengkapan upacara keagamaan, dan balai gede tempat upacara manusia-yadya dilaksanakan.Upacara manusia yadya ialah rangkaian upacara yang diadakan sesuai dengan siklus kehidupan manusia, antara lain, upacara bayi dalam kandungan, kelahiran, potong gigi, perkawinan, kematian dan lain-lain.Di bagian lain terdapat bangunan pawon, dapur keluarga dan Jineng, yang aslinya sebagai tempat penyimpanan padi (lumbung).Terdapat pula bangunanbalai Dauh atau Singosari dan balai Bandung. Masing-masing aslinya berfungsi sebagai tempat tinggal para jejaka dan gadis.Di halaman ini masih terdapat sebuah bangunan lagi yaitu loji, yang berfungsi sebagai tempat istirahat sehabis berkerja keras.
Masyarakat bali adalah masyarakat religious. Karena itu di bagian lain terdapat pula areal khusus yang disebut merajan atau sanggah, yang merupakan tempat tersuci bagi keluarga. Di dalam merajan ini terdapat beberapa bangunan suci, antara lain Padmasari, bangunan tinggi dengan bentuk kursi kosong di bagian atasnya, rong telu dan taksu, yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri di bidang keagamaan.Di bidang seni budaya Bali cukup terkenal.Hasil kerajinannya, antara lain, patung, topeng, kain tenun dan lain-lain, umumnya merupakan karya seni yang bercorak spesifik Bali. Sedang dalam seni tari, orang mengenal gerak tari bali yang dinamis antara lain, tari Pendet, Legong, baris, Manuk Rawa, dan lain-lain. Berbagai karya seni itu dapat kita jumpai di anjungan Bali. Di sini, orang dapat menyaksikan berbagai jenis patung model Cokot ataupun model karya I Nyoman Togog. Sedang di hari Minggu dan hari libur, anjungan ini senantiasa tampil dengan berbagai pertunjukan kesenian seperti pertunjukan barong dan lain-lain.

3.         Anjungan Daerah istimewa Aceh
Daerah istimewa Aceh terletak di ujung barat laut pulau Sumatera. Wilayahnya seluas 55.390 km2 dengan jumlah penduduk 3.087.308 juta jiwa.Penduduk daerah yang beriklim tropis ini pada umumnya memiliki mata pencaharian sebagai petani, selebihnya pedagang, nelayan, pegawai dan buruh.Kini kehidupan perekonomian Aceh mulai bergerak kea rah perindustrian, dengan didirikannya pabrik gas alam (LNG), pabrik pupuk, pabrik kertas dan lain-lain. Pada bidang pariwisata, Aceh memiliki objek wisata yang cukup menarik, antara lain : Mesjid Raya Baiturraman yang pada awalnya merupakan Mesjid Kerajaan Aceh dan pernah dibakar Belanda di tahun 1873, Museum Negeri Banda Aceh dimana terdapat lonceng Cakra Donya, hadiah dari negeri Cina di trahun 1414, serta beberapa tempat menarik lainnya seperti Kerkkhoff, Taman Sari, Pantai Lhoknga, Lampuuk, pemandian air panas Simpang Balek, Danau Laut Tawar, Taman Nasional Gunung Louser, dan masih banyak lagi.
Daerah ini juga dikenal dengan julukan Serambi Mekah. Sebutan ini didapat karena Aceh merupakan pintu gerbang masuknya agama Islam ke Nusantara.Menurut cerita yang beredar, Aceh pada zaman dahulu merupakan tempat singgah dari orang-orang yang hendak pergi dan pulang menunaikan ibadah naik Haji.Sampai saat sekarang ini, Aceh dikenal sebagai suatu tempat dengan syariaatIslam yang sangat kental.Ikatan kekeluargaan antar penduduk sangat erat, hal ini dikarenakan tiap gampong (desa) yang dipimpin oleh Keucik yang senantiasa didampingi oleh seorang pemimpin keagamaan (Teungku Imum) yang senantiasa memberi nasihat dan tutunan baik.Di setiap gampong terdapat Meunasah (madrasah), sebagai tempat beribadah, belajar mengajar serta sebagai tempat musyawarah.
Wajah budaya masyarakat Aceh digambarkan melalui anjungan Aceh di Taman Mini Indonesia Indah dengan dua model rumah adat sebagai bangunan induknya. Salah satu bangunan tersebut merupakan bangunan bersejarah, dikarenakan bangunan tersebut merupakan rumah asli Cut Mutiah yang sengaja dipindah ke TMII dari tempat asalnya.rumah pahlawan wanita itu kini telah berusia 150 tahun lebih, tetapi masih nampak kokoh. Rumah dengan 16 tiang penyangga ini memiliki ukiran pada bagian dindingnya yang terbuat dari kayu.Hal unik yang dimiliki oleh rumah ini adalah pada bagian pintu masuknya yang terletak di lantai rumah dengan daun pintu mengarah ke dalam, sehingga menyulitkan orang untuk masuk ke dalam rumah jika tidak menggunakan tangga. Hal ini memang sengaja dengan tujuan keamanan. Pada dasarnya, rumah adat terbagi menjadi 3 ruangan, yaitu Seramo Keue (serambi depan), Jureu (ruang tengah), dan Seramo Likot (serambi belakang). Masing-masing ruangan tersebut memamerkan budaya adat Aceh dari 8 Kabupaten, jenis-jenis senjata, serta hasil kerajinan tempat duduk pengantin dengan hiasan sulaman khas Aceh.Tempat tidur pengantin dengan 7 lapis seprei dan 7 tutup kelambu juga dapat ditemui disana.Pada bagian lain, foto-foto dokumentasi perjuangan rakyat Aceh, termasuk gambar para pahlawan dan musuh-musuhnya dapat disaksikan.Selain rumah adat tadi, ada dua bangunan lainnya, yaitu Kantor Anjungan dan sebuah bangunan model Meunasah yang terletak di dekatnya.
Masyarakat Aceh termasuk bagian dari rumpun Bangsa Melayu. Propinsi Daerah Istimewa Aceh terletak pada posisi strategis pada jalur pelayaran internasional, sejak zaman dahulu kala sudah banyakpara pendatang yang berasal dari berbagai penjuru dunia, yang pada akhirnya menyebabkan percampuran darah antara ; India, Cina, Turki, Habsy, Persia, dan lain-lain. Hal ini juga yang menyebabkan persaingan ketat antara masing-masing penduduknya.Persaingan yang ketat tadi kemudian berkembang menjadi jati diri masyarakat Aceh yang gigih, rajin dan cenderung militan.Hal ini terbukti dengan kemampuan bertempur para penduduk Aceh saat melawan penjajah serta andilnya dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 1945.Sumbangsih masyarakat Aceh juga dirasakan oleh TMII, dengan disumbangkannya pesawat terbang jenis Dakota dengan nomor R.I 001 SEULAWAH pada tahun 1948 yang diparkir di halaman Anjungan Aceh.
Pada sudut kiri anjungan, terdapat sebuah panggung terbuka yang luas sebagai tempat berbagai kesenian Aceh ditampilkan, khususnya pada hari Minggu dan hari-hari libur.Pada hari-hari itulah, para pendatang dapat menyaksikan aneka tari tradisional Aceh seperti tari Saman, dan Seudati yang sangat terkenal.Bahkan sesekali Anjungan inipun mendatangkan jenis kesenian langka, seperti Pe Em Toh.Masyarakat Aceh sendiri pada umumnya merupakan masyarakan yang menggemari kesenian, karena itu partisipasi masyarakat terhadap anjungan Aceh cukup besar, khususnya pada saat anjungan melangsungkan acara-acara adat yang melibatkan banyak orang.




BAB III
PENUTUP


A.      Kesimpulan
Sebagai akhir dari penulisan karya tulis ini mencoba menarik kesimpulan, semua ini dari apa yang penulis sampaikan serta telah uraikan diantaranya :
1.         TMII merupakan tempat disimpannya berbagai benda sejarah, gambaran pulau-pulau di Indonesia dengan adat dan kebudayaan masing-masing juga tempat rekreasi yang sangat mendidik.
2.         Mengenal Budaya Bangsa tidak harus berkeliling Indonesia dari sabang sampai merauke, tapi juga dapat di awali dari Taman Mini Indonesia Indah.
3.         Taman Mini Indonesia Indah sebagai wahana belajar dan bermain bagi para pelajar dan masyarakat umum, yang disajikan secara praktis dan menarik serta dapat ditangkap dengan mudah dalam mempelajarinya.

B.       Saran-saran
Sehubungan dengan hal-hal tentang Taman Mini Indonesia Indah maka penulis memberikan saran-saran diantaranya.
1.         Jagalah kebersihan serta keindahan yang ada dan yang disajikan di TMII.
2.         Para pengunjung lebih komunikatif dalam menanyakan tentang seluk-beluk keanekaragaman masyarakat dan budaya Indonesia.
3.         Kurangnya kualitas pendidikan sangat mempengaruhi perkembangan kemajuan zaman. Maka pendidikan Indonesia harus dikembangkan.
4.         Sebaiknya Negara bisa memanfaatkan sember daya alam dan sumber daya manusia dengan sebaik-baiknya.



DAFTAR PUSTAKA


1.        Copy info/brosur museum telekomunikasi tahun 2007/2008
2.        www.tamanmini.com
3.        Yinjuan langsung museum Telkom di tmii tahun 2007/2008
4.        http://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Mini_Indonesia_Indah




Share:

No comments:

Post a Comment

Categories

Ordered List

  1. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  2. Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  3. Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Definition List

Definition list
Consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.
Lorem ipsum dolor sit amet
Consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.

Pages